Tue. Feb 10th, 2026

Perpaduan Spiritual dan Hiburan Rakyat

Tradisi Sekaten Yogyakarta, Perpaduan Spiritual dan Hiburan Rakyat

Sekaten adalah salah satu tradisi tertua dan paling bersejarah di Yogyakarta. Perayaan ini tidak hanya menjadi simbol spiritualitas masyarakat Jawa, tetapi juga menjadi ajang hiburan rakyat yang selalu dinanti setiap tahun. Tradisi Sekaten biasanya diselenggarakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan budaya masyarakat Yogyakarta selama berabad-abad.

Asal-usul Sekaten berakar dari masa kerajaan Islam Jawa, tepatnya sejak era Kesultanan Demak pada abad ke-15. Tradisi ini kemudian dilestarikan oleh Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta. Nama “Sekaten” sendiri diyakini berasal dari kata syahadatain, yaitu dua kalimat syahadat yang menjadi simbol keimanan umat Islam. Melalui perayaan ini, para wali dan raja berharap dapat menarik masyarakat untuk lebih mengenal ajaran Islam melalui pendekatan budaya dan seni.

Rangkaian acara Sekaten dimulai dengan Gamelan Sekati, yaitu dua set gamelan keraton bernama Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogowilogo. Keduanya hanya dimainkan selama perayaan Sekaten dan disimpan kembali setelah upacara selesai. Alunan gamelan ini menggema di Masjid Gedhe Kauman, menarik ribuan warga dan wisatawan untuk datang berziarah, berdoa, atau sekadar menikmati suasana sakral yang berpadu dengan kemeriahan.

Salah satu momen paling dinantikan dalam tradisi ini adalah Grebeg Maulud, yang menjadi puncak perayaan Sekaten. Pada acara ini, Keraton Yogyakarta mengarak gunungan — tumpukan hasil bumi seperti sayur, buah, dan makanan — menuju Masjid Gedhe. Gunungan ini melambangkan kemakmuran dan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang melimpah. Setelah prosesi doa, masyarakat akan berebut isi gunungan karena dipercaya membawa berkah.

Selain upacara keagamaan, Sekaten juga menghadirkan pasar malam rakyat di Alun-Alun Utara Yogyakarta. Di sini, suasana menjadi meriah dengan aneka hiburan seperti permainan tradisional, kuliner khas, wahana anak, hingga pertunjukan seni lokal. Bagi masyarakat, pasar malam Sekaten bukan hanya tempat hiburan, tetapi juga ruang untuk berkumpul, berinteraksi, dan menikmati kebersamaan.

Tradisi Sekaten menjadi contoh indah harmoni antara spiritualitas dan budaya rakyat. Di satu sisi, acara ini menumbuhkan nilai-nilai religius dan kecintaan terhadap ajaran Islam. Di sisi lain, Sekaten juga memperkuat rasa persaudaraan, kegembiraan, dan kebanggaan terhadap warisan budaya Jawa.

Bagi wisatawan, menghadiri Sekaten berarti menyaksikan langsung kebesaran budaya Keraton Yogyakarta yang masih hidup hingga kini. Dengan nilai sejarah, spiritual, dan sosial yang tinggi, Sekaten tetap menjadi salah satu tradisi paling memikat di Indonesia — bukti nyata bahwa kearifan lokal dan iman dapat berjalan beriringan dalam keharmonisan yang indah.

By admin

Related Post